Duh! Peneliti Temukan Kerusakan Otak Astronot yang Menjalani Misi ke Mars




JAKARTA – Sebelum manusia dapat terbang ke Mars, NASA mungkin harus menciptakan ruang angkasa dengan gravitasi buatan. Sebab studi baru menemukan bahwa bobot yang dibawa akan menyebabkan perubahan otak yang sangat mengkhawatirkan.

Sebenarnya, misi ini akan penuh dengan tantangan teknis, namun kesulitan yang sebetulnya mungkin akan ada dalam otak yang dimiliki astronot agar pikiran mereka tetap penuh.

Penelitian baru yang sangat mengkhawatirkan tersebut, didanai oleh NASA yang menemukan bahwa kekuatan mikro dapat menyebabkan otak astronot bergeser ke atas dan terjepit di bagian atas tengkorak, juga akan menumpuk tekanan pada daerah saraf vital.

Krusialnya, bagian otak yang paling terkena dampak yakni lobus frontal dan parietal yakni gerakan kontrol dan fungsi eksekutif yang lebih tinggi, seperti fungsi otak untuk fokus, perencanaan, perhatian, pengorganisasian dan perincian. Bagian itu juga merupakan wilayah yang terkait dengan perilaku pro-sosial, yang membantu orang menghindari komentar menyakitkan atau tidak pantas.

Periset di Universitas Kedokteran South Carolina (MUSC) mengatakan, bahwa pekerjaan mendesak diperlukan untuk mengukur dampak kerusakan otak dan mengetahui berapa lama hal tersebut akan berlangsung, setelah sebuah misi, terutama karena perusahaan sudah merencanakan untuk membawa warga sipil ke luar angkasa.

“Setiap perubahan pada wilayah otak yang mengendalikan cara kita merasakan lingkungan kita dan kemampuan kita untuk berinteraksi dengannya menimbulkan kekhawatiran. Ada beberapa obat yang digunakan untuk mengobati pasien dengan tekanan yang meningkat di Bumi. Namun, bagaimana hal ini akan bekerja dalam gayaberat mikro tidak pasti. Merancang kendaraan ruang angkasa dengan gravitasi buatan mungkin merupakan cara untuk meminimalkan perubahan,” ungkap Dr Michael Antonucci yang bekerja di Departemen Radiologi dan Ilmu Radiolodi di MUSC.

Meski gravitasi buatan masih terletak pada fiksi ilmiah, secara teoritis akan memutar sebuah stasiun luar angkasa yang akan menciptakan kekuatan sentrifugal yang cukup untuk menciptakan efek yang disematkan ke permukaan.

Sebagai informasi, untuk penelitian ini, tim telah meneliti otak peserta yang tinggal di tempat tidur selama 90 hari, dan diminta untuk menjaga kepala mereka agar miring ke bawah, hal ini bertujuan agar mensimulasikan otak gaya berat mikro.

Mereka juga memeriksa pemindaian otak dari 18 astronot yang menghabiskan beberapa minggu di pesawat luar angkasa NASA, dan membandingkannya dengan 16 astronot yang telah menghabiskan rata-rata tiga bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Hasilnya, pemindaian otak menunjukkan adanya penyempitan benjolan dan depresi di otak yang dilipat pada peserta yang tinggal di tempat tidur, 94% astronot ISS, namun hanya 18% awak pesawat ISS. Dan aja juga bukti otak yang bergeser ke atap bagian dalam tengkorak. Demikian dinukil dari Stuff, Senin (6/11/2017).

(kem)

Sumber : http://techno.okezone.com/read/2017/11/06/56/1809229/duh-peneliti-temukan-kerusakan-otak-astronot-yang-menjalani-misi-ke-mars

قالب وردپرس

log in

reset password

Back to
log in